EXECUTOR TEAM CYBER
Silahisabungan
Tao Silalahi na so boi habangan ni lali ‘Danau Silalahi yang tidak bisa dilewati burung elang’ merupakan ungkapan khiasn yang sering di dengar di kawasan Danau Toba untuk menggambarkan betapa luasnya bagian Danau Toba yang berada di sepanjang pantai meliputi beberapa desa di sekitar wilayah Silalahi dan Paropo. Wilayah pinggir Danau Toba ini sering disebut dengan wilayah Silalahi-Paropo. Bagian danau tersebut terbentang atas garis pantai Danau Toba sepanjang sekitar 28 km. Panjang atau luasnya garis pantai Danau Toba di sekitar desa-desa Silalahi tersebut diibaratkan dengan ungkapan bahwa burung elang saja tidak mampu terbang melewati tao ‘danau’ tersebut. Bagian Danau Toba yang luat tersebut lebih sering disebut dengan nama Tao Silalahi yang berarti ‘Danau Silalahi’ meskipun bukan danau tersendiri yang terpisah dari Danau Toba Di samping dikenal sebagai nama-nama desa sebagaimana yang disebutkan di atas, Silalahi juga sering kita jumpai sebagai marga seseorang yang dari rumpun Silahisabungan. Marga-marga yang berinduk pada Silahisabungan adalah Loho Raja (Sihaloho), Tungkir Raja (Situngkir), Sondi Raja (Sigiro, Sipayung, Doloksaribu, Sinurat, Naiborhu, dan Nadapdap), Butar Raja (Butarbutar), Dabariba Raja (Sidabariba), Debang Raja (Sidebang), Batu Raja (Pintubatu), dan Tambun Raja (Tambunan). Silahisabungan sekarang ini diabadikan menjadi nama kecamatan yakni Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Kecamatan Silahisabungan terdiri atas lima desa yakni Desa Silalahi I, Desa Silalahi II, Desa Silalahi III, Desa Paropo, dan Desa Paropo I. Kecamatan Silahisabungan ini merupakan sebuah destinasi wisata alam yang penting dengan keindahan Danau Toba. Tao Silalahi “Danau Silalahi” memiliki bagian terluas dari perairan Danau Toba dan memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan daerah objek wisata lainnya. Danau Silalahi memiliki pantai terpanjang yang masih alami, hutan dengan kekayaan flora dan fauna serta keunikan keragaman hayati lainnya. Silalahisabungan telah diakui menjadi salah satu geosite Kaldera Toba dengan nama Geosite Silahisabungan. Masyarakat di sekitar Geosite Silahisabungan terdiri atas subetnik Toba, Pakpak-Dairi, dan Karo sehingga pelaksanaan adat dan penggunaan bahasa sangat beragam. Di Desa Silalahi terdapat tugu persatuan dan rumah-rumah adat yang menarik bagi wisatawan. Di samping itu, para wisatawan baik domestik maupun mancanegara dapat menikmati suasana Danau Toba dengan cara berkemah, bersepeda, tracking, berenang atau mengelilingi bagian-bagian penting Danau Toba dengan menyewa perahu milik nelayan.