Tomok

deskripsi singkat

Desa Tomok adalah salah satu desa yang ada di Pulau Samosir, Sumatera Utara. Saat ini Tomok sudah dimekarkan menjadi 2 desa, yaitu Desa Tomok (Tomok induk) dan Desa Tomok Parsaoran. Desa Tomok memiliki banyak objek wisata yang potensial dan menarik. Lokasinya yang terletak tepat di tepi dermaga kapal dan feri penghubung ke Parapat juga memudahkan para wisatawan mengunjungi objek-objek wisata di Tomok. Desa ini berada di tepian Danau Toba sehingga kita bisa menikmati indahnya Danau Toba secara langsung. Bahkan, kita bisa melihat secara jelas pesona Danau Toba dengan airnya yang kebiruan dan menyegarkan yang terbentang luas. Desa Tomok juga dikenal sebagai salah satu sentra penjualan souvenir khas Batak di Pulau Samosir, Danau Toba. Di sini terdapat ratusan kios yang berjejer di sepanjang jalan lebih 1 kilometer yang menjual berbagai cinderamata seperti baju, ulos, patung, gelang, gantungan kunci, dan berbagai benda lainnya. Cinderamata tersebut juga memiliki motif dan warna khas Batak yakni merah, putih, hitam. Untuk harganya sendiri, barang-barang cinderamata di Pasar Tomok ini cukup murah. Banyaknya makam dan benda-benda peninggalan zaman megalitik dan purba menjadikan lokasi ini sebagai salah satu situs kebudayaan Batak yang cukup terkenal di kalangan wisatawan. Makam batu Raja Sidabutar dan keluarganya, Museum Batak, Patung Sigalegale, dan Batu Kursi Tomok adalah beberapa peninggalan yang perlu dikunjungi oleh wisatawan. Geopoin Ambarita, Tuktuk, dan Tomok merupakan salah satu Geosite di Kaldera Toba Geopark yang disebut Geosite Ambarita – Tuktuk - Tomok mengelilingi semenanjung Tuktuk hingga garis pantai Ambarita

Aspek geologi memperlihatkan bentang alam kubah lava rio-dasitan yang sebagian tertutupi oleh endapan danau (atas) dan singkapan lava rio-dasitan berstruktur flow-banding (bawah). Batuan ini dipergunakan sebagai bahan bangunan situs Batu Parsidangan Huta Siallagan. Seri endapan danau yang terdapat di sekitar Tomok, pada singkapan ini terdapat arang kayu (charcoal) yang berumur 25.000 tahun.
Aspek Biologi di daerah ini memperlihatkan banyaknya mangga di wilayah di geosite ini sebagaimana pada umumnya di Kabupaten Samosir, denegan jenis lebih didominasi oleh mangga jenis udang. Meskipun ukurannya kecil, tetapi citra rasanya cukup berbeda dibandingkan mangga jenis lain, yakni terasa sedikit masam, tetapi manisnya lebih dominan
Aspek budaya memperlihatkan salah satu bentuk peninggalan sejarah berupa kampung budaya Huta Raja Sillagan di Ambarita dan Kampung Sidabutar dengan tarian sigalegale ‘tari patung’ di Tomok. Sebuah kampung dengan luas 2.400 meter persegi ini dikelilingi oleh tembok setinggi 1,5 hingga 2 meter yang tersusun dari bebatuan alami yang didalamnya banyak berisi rumah adat Batak serta peninggalan sejarah Raja Sillagan di Ambarita serta tipe kampung yang mirip di Tomok dengan adanya legenda kekerabatan dari Makam Sidabutar di Tomok. Budaya baru yang bernuansa kepariwisataan telah lama tumbuh di Tuktuk
Kembali