BEKASI ROOT SEC


Haranggaol

deskripsi singkat

Daerah Haranggaol memiliki suhu yang sejuk dan cenderung dingin pada malam hari. Kesejukan Haranggaol dengan panorama keindahan Danau Toba dan lingkungan pepohonan hijau membuat banyak pengunjung dari kota datang berkunjung ke Haranggaol. Salah satu desa yang ada di Haranggaol pinggiran Danau Toba itu adalah Desa Tiga Langgiung. Nama desa ini memiliki makna yang berhubungan dengan nama Haranggaol. Tiga Langgiung berarti ‘pasar tepi danau’ karena kawasan ini merupakan tempat masyarakat yang tinggal di pelosok-pelosok Danau Toba untuk berdagang hasil bumi. Masyarakat yang tinggal di Haranggaol adalah masyarakat dari subetnik Simalungun, Toba, dan Karo beserta penduduk pendatang lainnya. Pada tahun 1960, nama Tiga Langgiung diubah menjadi Haranggaol, yang berasal dari harang berarti ‘ladang’ dan gaol berarti ‘pisang’. Dengan demikian, haranggaol berarti ‘ladang pisang’. Pada tahun 1960-an, sebagian besar masyarakat Haranggaol mencari nafkah dengan menanam pisang. Pisang dari daerah ini sangat populer di Kabupaten Simalungun. Kawasan Haranggaol saat itu terkenal dengan kawasan produksi pisang Simalungun. Horison mengacu pada daerah di tepi Danau Toba. Haranggaol Horison berarti daerah penghasil pisang yang terletak di tepi Danau Toba. Haranggaol menjadi objek wisata karena terletak di kaki Bukit Barisan. Udaranya yang sejuk membuat para wisatawan merasa nyaman saat berkunjung ke tempat ini. Dari kawasan Haranggaol ini orang bisa melihat keindahan Danau Toba. Pemandangan alam berupa danau dan pegunungan hijau menjadi daya tarik tersendiri dari daerah wisata ini. Di samping menikmati keindahan Danau Toba yang mempesona, wisatawan juga akan dapat bersantai di kawasan Haranggaol ini.