OSAKA INDONESIA
Meat
Desa Meat merupakan salah satu daerah wisata yang bernuansa tradisional, alami, dan mempesona. Keunggulan desa Meat yang berada di Kecamatan Tampahan ini adalah keindahan lembah dengan pegunungan dan pantai Danau Toba yang memikat hati wisatawan. Keindahan inilah yang menjadi penarik utama bagi wisatawan yang berkunjung. Posisi desa ini sangat stategis karena dari Desa Meat bisa melanjutkan perjalanan wisata ke tempat yang lain melalui perjalanan kapal di Danau Toba. Desa Meat berada di pinggiran Danau Toba sehingga wisatawan bisa merasakan sejuknya hembusan angin danau dan sejuknya udara pepohonan. Tiupan angin dari danau dan suara kicauan burung melengkapi indahnya panorama Meat. Pasir putih tempat wisatawan untuk melakukan aktivitas bermain dan berenang di danau membuat wisatawan bisa betah berlama-lama dan santai. Pepohonan yang tumbuh secara alami memberikan perlindungan kepada wisatawan dari terpaan sinar matahari. Makanan kuliner yang menggoda dengan masakan tukang masak tradisional yang cukup mengiurkan. Wisatawan bisa mencicipi berbagai makanan yang disuguhkan di warung-warung tradisional yang nyaman. Desa Meat sudah mempunyai tempat menginap berupa homestay dari berbagai bangunan khususnya bernuansa rumah tradisional Batak. Wisatawan bisa melihat bagaimana cara membuat atau menenun ulos Batak yang biasa dikerjakan oleh kaum wanita. Proses pengerjaan ini disebut dalam bahasa Batak Toba martonun ‘bertenun’ ulos. Selain menenun ulos ada juga kegiatan masyarakat yaitu bertani sawah, nelayan, dan berkebun. Di dekat daerah Meat ada juga Batu Tuktuk Simundi di daerah pantai Pakodian. Batu Tuktuk Simundi ini konon berhubungan dengang peristiwa geologis dari letusan Gunung Toba dahulu kala. Potensi keunikan geologis, keberagaman budaya, dan kekayaan alam desa wisata Meat menambah kekayaan parawisata Kabupaten Toba.