XERION SEC INDONESIA
Uluan
Berjarak 40 km dari Air Terjun Situmurun dengan waktu tempuh 70 menit, kita dapat sampai di Uluan, yang diperkirakan merupakan lokasi generasi pertama terjadinya letusan Gunung Toba sekitar 900.000 tahun yang lalu. Wilayah ini sering disebut dengan Uluan Uluan Blok dan nama itulah yang diguankan sebagai salah satu geosite Kaldera Toba. Banyak istilah yang luar biasa tentang Danau Toba dan Kaldera Toba yang berhubungan dengan letusan Gunung Toba seperti halnya Uluan Block ini. Di kawasan Uluan Blok dijumpai berbagai peninggalan situs zaman dahulu kala berupa situs-situs peninggalan letusan Gunung Toba. Runtuhnya Kaldera Porsea meninggalkan bukti-bukti nyata dalam batuan dasar yang berumur paleozoik maupun msozoikum, merupakan peninggalan runtuhnya daerah Uluan Blok. Peninggalan yang didapati pada masa mesozoik adalah Batu Gantung yang menjadi objek wisata yang sangat terkenal di masyarakat Batak. Batu Gantung ini terletak di sebelah Timur Danau Toba. Batuan Tufa Toba Tertua (OTT) adalah batuan ignimbrite merupakan hasil dari erupsi Kaldera Porsea. Hal serupa ditemukan di daerah Semenanjung Uluan dan pada lereng terjal di tepi Danau Toba. Batuan Tufa Termuda (YTT) menyelimuti seluruh ketinggian terdapat pada dinding kaldera, sedangkan pada bagian dalam kaldera tidak dijumpai endapan YTT kecuali di kawasan Blok Uluan. Erupsi terakhir ini memacu keruntuhan struktur yang mengakibatkan amblasnya kubah di atas magma termasuk dua kubah raksasa, yakni Blok Samosir dan Blok Uluan. Runtuhan vulkanik disebut dengan kaldera raksasa dunia. Erupsi terakhir tersebut menimbulkan keruntuhan struktur bumi yang membentuk Danau Toba setelah diisi oleh air dari Kawasan Danau Toba.