BABAYO ERROR SYSTEM


Desa Hutaginjang

deskripsi singkat

Nama Desa Hutaginjang berasal dari dua kata yakni huta yang berarti ‘kampung’ dan ginjang yang berarti ‘atas’ sehingga secara harfiah huta ginjang berarti ‘kampung yang berada di atas’. Dalam penggunaan nama desa, kedua kata itu digabungkan menjadi Desa Hutaginjang di Kecamatan Muara. Hutaginjang adalah spot atau tempat terbaik untuk memandang dan menikmati keindahan kawasan danau Toba seperti memandang Pulau Samosir, Pulau Sibandang, dan lembah Muara. Tower pemancar TV yang dibangun sekitar tahun 1980-an di tempat ini telah menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi Hutaginjang. Oleh karena keindahan dan kekayaan aspek geologi, Hutaginjang telah ditetapkan menjadi salah satu geosite dari 16 geosite yang ada di kawasan Danau Toba. Gosite Hutaginjang memiliki keunikan dengan tekstur tanah yang tipis serta pasir kuarsa. Tanah yang berasal dari letusan Gunung Toba 74.000 tahun lalu memiliki warna dasar yang khas yakni merah, orange, dan kekuningan. Kawasan objek wisata Hutaginjang memiliki luas 11 ha yang dibagi menjadi dua objek wisata yakni masing-masing memiliki luas 4 ha untuk Bukit Doa dan 7 ha untuk lokasi Gantole. Destinasi wisata Hutaginjang didukung oleh fasilitas dan infrastruktur yang baik seperti jalan, toko souvenir, mushola, parkir area, rumah makan, dan toilet. Bukit doa (Taber) ditandai dengan posisi patung dengan tangan berdoa menjadi tempat favorit para wisatawan religi, Sedangkan lokasi paralayang (Gantole) telah menjadi spot favorit bagi para pecinta olahraga ekstrim dan hampir tiap tahun menjadi lokasi kegiatan paralayang bertaraf nasional. Kegiatan kepariwisataan di Hutaginjang telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat lokal dan juga kepada pemerintah kabupaten setempat. Retribusi masuk lokasi wisata Hutaginjang yang dikutip petugas objek wisata akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah setempat. Warga sekitar juga mulai terbiasa dengan hidup bersih dan ramah dengan para pengunjung. Beberapa warga juga sudah membuka usaha di sekitaran Desa Hutaginjang seperti penjualan makanan dan minuman, pakaian, souvenir, permainan anak-anak, dan fotografi. Pembangunan homestay sudah mulai dilakukan dan juga pembenahan beberapa destinasi wisata baru di sekitar Huta Ginjang.