HACKED BY 1337


Tapian Nauli

deskripsi singkat

Tapian Nauli berasal dari kata tapian yang berarti ‘air’ dan nauli yang berarti ‘indah’. Berdasarkan itu, tapian nauli berarti ‘air yang indah’. Nama ini dibuat menjadi nama Desa Tapian Nauli yang termasuk Kecamatan Muara. Nama Tapian Nauli diambil dari keberadaan sebuah mata air yang cantik atau sumur yang indah di tepi jalan lintas Tapian Nauli menuju Muara sebagai ibu kota kecamatan. Penduduk yang datang ke Desa Tapian Nauli sebagian besar berasal dari Desa Aritonang bermarga Rajagukguk, Ompusunggu, Simare-mare, dan Siregar. Mereka membentuk perkampungan baru di desa ini. Secara administrataif, Desa Tapian Nauli ini adalah pemekaran dari Desa Hutaginjang. Di Desa Dolok Martumbur yakni antara Tapian Nauli ke Muara terdapat benteng alam berupa bongkahan jejak runtuhan dinding Kaldera Toba. Batuan purba metasedimen tersebut berusia berusia 250 juta tahun dengan memperlihatkan varian warna kemerahan, kuning, dan warna putih yang merupakan hasil endapan abu vulkanik pasca erupsi Supervolcano Toba. Secara geologi, Tapian Nauli memiliki keunikan karena struktur lapisan tanah dengan bebatuan yang beragam bentuk dan warna hampir di sepanjang sisi jalan dari simpang Muara menuju Muara. Struktur bebatuan ini bagaikan pahatan relief yang indah menghiasi sepanjang sisi jalan di Tapian Nauli. Pelapukan bebatuan menghasilkan lapisan tanah berwarna merah kecoklatan yang tergolong tanah tandus. Masyarakat Tapian Nauli pada umumnya hidup dari bertani dengan bertanam kopi dan coklat. Masyarakat Desa Tapian Nauli memanfaatkan lereng bukit menjadi perladangan sebagai sumber mata pencaharian. Untuk lahan persawahan mereka harus turun ke lembah di bawah kaki Bukit Tombak Sitabunan yang sudah berbatasan dengan Kabupaten Humbang Hasundutan. Mereka juga memanfaatkan pohon aren sebagai sumber mata pencaharian, karena di bagian lembah Tapian Nauli pohon aren tumbuh dengan baik. Dalam pelaksanaan upacara adat, masyarakat Tapian Nauli dan Dolok Martumbur tidak jauh berbeda dengan adat yang ada di Muara. Tapian Nauli sebagai salah satu geosite di Kawasan Danau toba dengan fitur geologis dapat memberikan pengetahuan terkait dengan sejarah pembentukan Kaldera Toba bagi wisatawan yang berkunjung ke Kecamatan Muara. Dataran tinggi Tapian Nauli adalah spot yang bagus untuk memandang lanskap Danau Toba. Untuk itu dibutuhkan lanskap kebahasaan yang berisi tentang informasi geologis yang bisa menjelaskan batuan purba yang memiliki keunikan warna cokelat muda dengan tekstur keras yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung.