HACKED BY KOMIK


Sipisopiso

deskripsi singkat

Di suatu wilayah bukit penatapan yang berada di satu desa dengan nama Desa Pengambaten terdapat air terjun yang indah dan menakjubkan. Namanya adalah Air Terjun Sipisopiso. Air Terjun Sipisopiso terletak tidak jauh dari Danau Toba. Orang dapat melihat keindahan Danau Toba dari kejauhan tepatnya dari hamparan ketinggian penatapen ‘penatapan’ yang merupakan jalan masuk menuju air terjun. Semua orang yang melihatnya pasti tertarik, senang, dan suka cita sehingga tidak mengherankan jika Air Terjun Sipisopiso merupakan daya tarik (atrakasi) wisata ke wilayah itu sebagai salah destinasi wisata di Kawasan Danau Toba. Dari pebukitan penatapan yang berada di bagian atas, orang dapat memandang dengan jelas keindahan Air Terjun Sipisopiso. Banyak orang mengambil foto serta berfoto dengan berbagai gaya dari pebukitan penatapan itu dengan latar belakang Air Terjun Sipisopiso. Oleh karena keindahannya, Air Terjun Sipisopiso telah terkenal ke seluruh penjuru dunia. Air Terjun Sipisopiso sering dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah bukan hanya dari dalam negeri, melainkan juga dari luar negeri. Air Terjun Sipisopiso jatuh dengan sangat tinggi sehingga terlihat panjang. Konon kabarnya, air terjun itu berada pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut, yang terbentuk dari sungai bawah tanah di plato Karo dan mengalir melalui sebuah goa di sisi kawah Danau Toba. Letaknya yang dekat dengan Danau Toba dan alirannya yang terhubung dengan Danau Toba menunjukkan bahwa sejarah terbentuknya air terjun ini memiliki kaitan yang erat dengan proses alam terbentuknya Danau Toba yang terjadi di masa lampau. Air Terjun Sipisopiso terletak di bibir kaldera raksasa Danau Toba yang terbentuk dari aliran Sungai Pajanabolon. Sungai Pajanabolon merupakan salah satu sungai yang menjadi sumber air ke Danau Toba. Kejernihan air terjun dan debit airnya juga dipengaruhi oleh musim. Ukuran air terjun ini tidak begitu besar. Namun, arus airnya sangat deras sehingga membentuk garis vertikal sempurna yang membuat aliran air terjun ini terlihat indah. Bila dipandang dari jauh, bentuknya seperti sebuah pisau yang kecil dan panjang. Bentuknya yang menyerupai piso ‘pisau’ inilah yang membuat masyarakat menyebutnya ‘Air Terjun Sipisopiso’. Ada juga versi lain yang menyebutkan tentang asal-usul penamaan Air Terjun Sipisopiso. Penamaan Air Terjun Sipisopiso berkaitan erat dengan nama Dolok Sipisopiso ‘Gunung Sipiso-piso’ yang terletak tidak jauh (sebelah Timur Laut) dari Air Terjun Sipiso-piso. Selain keindahan air terjunnya, panorama yang menjadi latar belakang air terjun ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Bentangan kawasan Danau Toba, bukit-bukit hijau yang berada dalam jajaran Bukit Barisan, pohon-pohon pinus, dan persawahan masyarakat menjadi objek keindahan di sekitar Air Terjun Sipisopiso. Lokasi air terjun ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi atau bus ukuran besar. Jika orang ingin menikmati keindahan air terjun ini dari dekat, dia dapat berjalan kaki ‘tracking’ melewati jalur berupa anak-anak tangga hingga mencapai lokasi beradanya air terjun. Jika sedang musim penghujan, jalur tracking ini agak licin dan debit air terjun sangat deras sehingga tidak memungkinkan untuk berjalan kaki menuju air terjun. Waktu yang paling baik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau atau pada waktu tidak datang hujan.

Air Terjun Sipiso-piso merupakan jejak sesar normal yang merupakan bagian dari runtuhan kaldera (atas) dan panorama bentang alam ujung utara Danau Toba di kawasan Desa Tongging. Geosite ini memperlihatkan bongkah-bongkah raksasa dari batuan dasar berumur Mesozoikum — Paleozoikum yang tersingkap akibat runtuhan kaldera pasca-erupsi YTT. Endapan YTT berbatu apung, yang terdapat di Tiga Runggu
Geosite Sipiso-piso yang berada di Kabupaten Karo, memiliki potensi pertanian dan perkebunan sebagai penghasil sayur mayur dan buah-buahan di Sumatera Utara, bahkan sampai di eksport ke luar negeri. Diantaranya adalah tanaman Terong Belanda dan Markisa. Martabe adalah sebutan minuman jus yang terbuat dari campuran buah Markisa dan Terong Belanda yang digemari oleh masyarakat di Sumatera Utara bahkan masyarakat Indonesia hingga mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Utara ataupun Kawasan Danau Toba. Rasanya nikmat dan segar serta dapat memulihkan tenaga. Untuk fauna, adanya Bangau Putih, King Fisher, Burung Puyuh, Ikan Pora-Pora, Tekukur dan lainnya.
Mayoritas Suku Karo mendiami daerah Geosite Sipisopiso ini. Sebagian besar Suku Karo masih hidup di desa-desa yang disebut kuta. Di beberapa tempat kita masih dapat menemukan rumah adat Karo yang sudah berusia ratusan tahun diantaranya di Desa Lingga, Dokan dan Peceren. Rumah Adat Karo terkenal karena keunikan teknik bangunan dan nilai sosial-budayanya. Rumah Adat Karo memiliki konstruksi yang tidak memerlukan penyambungan. Rumah Adat Karo berbentuk panggung dengan dinding miring dan beratap ijuk. Posisi bangunan Rumah Adat Karo biasanya mengikuti aliran sungai yang ada di sekitar desa. Pada serambimuka terdapat semacam teras dari bambu yang disusun yang disebut ture. Salah satu Desa Tradisional di perbatasan destinasi Geopark Kaldera Toba adalah Desa Dokan. Di Desa Dokan, Kecamatan Merek ini sebagai pintu gerbang masuk ke kawasan Geosite Sipiso-piso Tongging, terdapat satudesa wisata yang mana masih dijumpai beberapa rumah tradisional masyarakat Karo. Meskipun usianya belum cukup tua namun hal ini perlu untuk mendapatkan apresiasi sebagai bentuk pelestarian dan revitalisasiterhadap rumah-rumah tradisional masyarakat Karo. Pintu masuk yang dibuat kecil memiliki konsep bahwa masyarakat Karo pada masa lalu Ketika masuk rumah harus menundukkan badan sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah.
Kembali