Makam-Makam Batu (Stone Tombs)

deskripsi singkat

Makam-Makam Batu terdapat di Pulau Samosir seperti makam batu Sidabutar di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo. Berjalan sebentar begitu turun dari kapal di pelabuhan feri Tomok, kita dapat menemui makam tua Sidabutar. Konon, makam batu Sidabutar itu merupakan peninggalan masa megalitikum yang kaya dengan nilai budaya dan sejarah. Lokasi makam itu berukuran sekitar 10 x 10 meter. Bentuknya persegi empat dan sebanyak 13 makam memenuhi kompleks itu. Mereka tersusun atas dua baris. Baris pertama berisi tujuh makam. Di baris kedua ada enam makam yang ukurannya relatif sama. Ada dua gapura yang terletak saling berseberangan. Ada tembok batu sekitar 3 meter yang mengelilingi tempat makam. Warna tembok tampak menghitam. Beberapa bagian penuh dengan lumut yang memperlihatkan bahwa makam itu sudah tua. Ada norma yang dijalankan bahwa pengunjung yang masuk melalui satu pintu harus pulang melalui pintu yang lain. Untuk masuk ke makam, setiap pengunjung wajib mengenakan kain ulos yang disediakan penunggu makam di pintu gapura. Ulos diselempangkan di pundak sebelah kanan pengunjung, kemudian masuk menaiki beberapa tangga. Pengunjung kemudian duduk menghadap ke makam, lalu mendengarkan riwayat para penghuni makam dari pemandu yang sudah fasih menceritakan kisah tersebut dalam berbagai bahasa. Pemandu itu menjelaskan kisah tentang Raja Sidabutar yang sangat terkenal memiliki kesaktian. Kesaktiannya pun diyakini datang dari rambutnya yang panjang dan gimbal. "Jika rambutnya dipangkas, maka kesaktiannya bakal hilang. Oleh sebab itu, beliau konon sangat menjaga rambutnya," kata sang pemandu. Raja Sidabutar semasa hidupnya mempersiapkan makamnya sendiri dengan memanggil tukang pahat yang ada di Pulau Samosir. Pembuatan makam Raja Sidabutar dilakukan upacara khusus. Kalau makam biasanya berhiaskan nisan, berbeda dengan makam Raja Sidabutar ini yang dihiasi simbol. Ada gambar motif ukiran kepala yang besar melambangkan Raja Sidabutar, sedangkan motif ukiran kepala yang ada di ujung satunya dengan ukuran yang lebih kecil menunjukkan permaisuri, Boru Damanik. Motif ukiran lelaki yang berada di bawah kepala raja adalah Panglima Guru Saung Lang Meraji. Di samping makam Raja Sidabutar, ada juga makam para keturunan dan ajudannya. Makam batu tertata sangat rapi, warna merah, hitam, dan putih menjadi ornamen utama yang mewarnai hampir seluruh area pekuburan. Meskipun perlu pembuktian terutama dari ahli geologi dan arkeologi, makam batu Raja Sidabutar diyakini merupakan makam yang terbuat dari batu utuh tanpa persambungan. Makam batu ini juga tidak dikuburkan di dalam tanah, melainkan diletakkan di permukaan tanah. Makam batu Raja Sidabutar memang unik dan konon kabarnya sudah berumur sekitar lebih dari 477 tahun karena Raja Sidabutar, katanya, wafat pada 1544