OSAKA INDONESIA
Gua Liang Sipege
Kabupaten Toba memiliki kawasan wisata yang cukup banyak dan yang bisa menarik wisatawan dari domestik dan mancanegara. Kabupaten Toba memiliki daerah wisata yang disebut dengan Gua Liang Sipege yang masih belum terjamah. Gua Liang Sipege ini menjadi tempat tinggal kelelawar. Gua Liang Sipege sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, kotoran dari keletawar dimanfaatkan masyarakat untuk menjadi pupuk tanaman di sawah dan di kebun. Gua Liang Sipege dipercayai sebagai tempat lahir dari Raja Sijorat Panjaitan yang mempunyai kekuatan dan keperkasaan yang luar biasa. Beliau mempunyai istri boru Hutapea. Dia sering memakan pahu ‘sejenis tumbuhan pakis’ sehingga dinamai sebagai Si Raja Lundu ni Pahu. Raja Lundu ni Pahu mempunyai kesaktian yang luar biasa, dia suka bermain dengan kawan-kawannya penggembala. Di tempat pengembalaan, beliau sering melakukan perlombaan dan bahkan main judi dengan temannya. Dia selalu menang dalam permainan bahkan dalam kegiatan berjudi. Oleh sebab itu, dia menjadi orang terkenal ke berbagai daerah. Raja Si Lundu ni Pahu dikenal dengan gelar Raja Si Jorat. Konon ceritanya, beliau adalah salah satu orang yang dapat menangkap kuda Raja Sisingamangaraja ke XII yang lepas. Beliau mampu manjorat “menangkap” kuda yang masih liar itu. Dari kejadian itulah maka beliau dinamai dengan Raja Si Jorat yaitu Raja yang bisa menangkap kuda yang lepas. Menurut cerita yang beredar di masyarakat bahwa Gua Liang Sipege ini tembus ke daerah yang lain di luar Kabupaten Toba. Hal ini dibuktikan dengan datangnya serbuk padi yang terbawa angin ke Liang Sipege. Jalan menuju Gua Liang Sipege berjarak kurang lebih 2 km dari pinggir jalan raya. Berjalan ke Gua Liang Sipege berpotensi sebagai ekowisata dengan berjalan dari antara tumbuhan lalang dan semak-semak.